PIDI BAIQ : Babi Oil Oh Nguik Crotcrot Institute

YA ALLAH YANG MAHA PENYAYANG, SAYANGILAH PIDI BAIQ

Blog EntryIHWAL PARTAI KUCINGApr 24, '08 2:56 PM
for everyone

(Sekali lagi)

IHWAL PARTAI KUCING

 

SEJARAH PARTAI KUCING

Didirikan oleh sebab adanya keinginan untuk mendirikan partai. Itu bersumber dari hasrat yang menggoda untuk bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki dan mengurus sebuah partai.

NAMA PARTAI KUCING

Dinamakan Kucing agar bila nama itu disandingkan dengan kata Partai akan tersebut nama yang lain. 

FILOSOFI LAMBANG PARTAI KUCING 

Gambar tikus menjadi simbol dari target yang harus dikejar. Warna Merah  merupakan warna yang lumayan cerah untuk tidak mengaburkan dan bisa memperjelas gambar tikus sebagai figurenya. Warna Putih pada mata tikus untuk melambangkan kesucian. Bentuk bulat yang melingkupi gambar tikus untuk mengingatkan kita kepada Galilea Galileo bahwa bumi ini bulat.

AZAS, CIRI DAN NILAI DASAR PARTAI KUCING

Tahu jalan pulang ke jauh mana pun pergi. Sejauh mana kucing dibuang akan tahu jalan pulang, kecuali dimasukkan ke dalam karung.

Santai melangkah menempuh jalan: Setiap sopir kendaraan entah oleh karena apa akan berusaha untuk tidak menabrak kucing, sehingga oleh karena itu kucing bisa santai saat menyebrang jalan.

Hemat menabung: Kucing adalah salah satu figur yang bentuknya memberi inspirasi untuk membuat kerajinan keramik tempat menyimpan uang sebagai usaha manusia untuk berhemat.

Menarik minat Orang: Kucing adalah icon yang dipasang di meja kasir untuk bisa memberi banyak keuntungan

Membangkitkan manusia yang berkarya tanpa ruh.  Kucing mampu membangunkan yang mati menjadi bisa bangkit berdiri dengan cara melangkahinya.

MOTTO: KAMI ADA KARENA KAMI LAHIR 

 

Notes: Kepada yang sudah mendaftarkan diri, mohon sabar, untuk mendapatkan kartu anggota dan elemen lain yang mendukung penyemarakan Partai Kucing. Mohon alamat tempat tinggal untuk alamat pengiriman dan ditunggu biodatanya karena indah rasanya bila sekalian ada pengurusan administrasi.


Blog EntryMARS PARTAI KUCINGApr 24, '08 6:38 AM
for everyone

MARS PARTAI KUCING

Partai kucing, di jalanan

Kena hujan berhamburan

Orang gila menutup hidung

 

Teman-teman berdatangan

Memunguti partai kucing

Justeru senang dapat kerjaan

 

REFF

Kami yang baik sekali

mereka baiknya sekali

Kami yang baik-baik sekali

Mereka baik sekali-kali


Blog EntryCACATAN HARIAN II 08Apr 22, '08 6:52 AM
for everyone

BOLU KETEK

“Ayah!!”, itu suara istri saya di Hp kalau kamu mau tahu.
“Apa?”, saya tanya.
“Ini ayah pasti!”, Suaranya seperti bisikan yang disengaja supaya orang banyak tidak mendengar. Suaranya seperti dia sedang bicara di dapur karena saya mendengar ada suara benda-benda dapur.
“Iya ini Ayah. Kenapa?”
“Ini ayah, ini ayah!! Itu ibu-ibu!”
“Ayah. Ibu-ibu. Apa?”
“Pura-pura. Ayah yang ngundang!”
“Udah pada datang gitu?”
“Gitu! Gitu! Iya. Di mana ini?”
“Di jalan. Bentar lagi sampai! Udah, suruh pada duduk aja!”
“Tanggung jawab kamu!”
“Iya. Ini daerah Logam!”
“Iya udah cepetan!”
Klik. Aduh, mereka sudah pada datang. Terus saya telepon balik.
“Apa?”,
“Berapa orang yang datang?”
“Udah pokoknya pulang…iya gelas itu aja…,” kalimat terakhir pasti bukan untuk saya,”Beli makanan!”, nah kalimat itu baru untuk saya.
“Iya!”
Klik.

Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)
"hidup kami, malulah Plagiator"


Blog EntryCATATAN HARIAN II 07Apr 4, '08 6:25 AM
for everyone

SALES BADMINTON

 

Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih jam 9, karena biasanya saya bangun jam dua belas siang. Saya memang pemalas, tapi untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri sudah pandai. Sama lah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi, karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya.

 

Saya masih di dalam kamar dan terus terang saya tadi ke kamar mandi, untuk cuci muka dan buang urine. Lalu saya duduk begitu, membaca buku sambil mendengar banyak suara. Suara bagus dari tetangga yang sedang membangun rumah, dan suara lain yang keras dari pedagang yang lewat menawarkan dagangannya, termasuk tukang roti itu, yang telah menyebabkan saya sebentar tadi ingat istri, ingat Rosi.

 

Tapi istri saya pasti sudah pergi ke kantornya. Pasti sudah pergi sejak tadi pagi. Dia memang rajin, maksud saya masih rajin, masih dalam proses menjadi pandai. Sedangkan Timur dan Bebe, anak-anak saya, pasti sudah pergi juga, ke sekolah.

 

Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)

 

(Hidup Kami, Malulah Plagiator)


Blog EntryCACATAN HARIAN II 06Mar 31, '08 5:28 AM
for everyone

JALAN BARBIE

Hari itu adalah siang, saya menyaksikannya dengan mata kepala saya sendiri. Nampak matahari ada baru setengah naik. Jam menununjukkan pulul 10 lebih. Cuaca sangat sedang bagusnya. Sedang cerah. Tak ada hujan seperti biasanya cuaca Bandung belakangan ini. Tapi hari itu adalah Senin kalau kamu ingin tahu nama harinya. Hari di mana saya barusan keluar dari rumah dan membeli 3 buah boneka Barbie di Borma. Boneka Barbie yang penuh warna ungu. Dipilih ungu mungkin karena sengaja untuk konsumsi anak-anak wanita. Boneka Barbie palsu yang lumayan besar, berukuran kurang lebih 30 centimeter tingginya.
 
Itu tadi saya keluar rumah bawa Mobil Derek. Kamu pasti tidak akan percaya dan itu bagus karena kenyataannya memang tidak. Kenyataannya saya pake motor yang saya beri nama Mobil Derek. Kami kasih nama begitu untuk motor yang suka dipakai menderek mobil-mobilan Bebe, anak saya dan rame lho.

 
Bersama boneka Barbie yang saya simpan dalam ransel itu, saya ke sana, mengendarai Mobil Derek, menyusuri jalan Sukarno Hatta, nama jalan yang sering bikin saya ingin lagi jadi siswa SD, biar kalau guru tanya siapakah Sukarno Hatta, maka saya akan menjawab: Nama Jalan, Bu! Bukan, Nak, itu nama Bandara. Bandara Internasional. Oh.
 
Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)

(Hidup Kami, Malu lah Plagiator)

 


Blog EntryCATATAN HARIAN II 05Mar 14, '08 4:18 AM
for everyone

Naruto

 

Itu adalah saya yang baru selesai menjalankan ibadah mandi. Berdiri di ruang tengah seraya menyalakan teve, menyebabkan teve menjadi seperti Api. Ada remote controle di tangan saya, yang saya pakai untuk memindah-mindah channel. Tapi kebetulan, malam itu, tidak saya dapati acara bagus sehingga teve segera saja saya matikan, menyebabkan saya jadi seperti Pembunuh.

 

Ada suara istri sedang duduk bicara di ruang tamu. Dia di sana karena dia harus menerima tamu. Tamunya berupa ibu muda, tapi kayaknya dia sedang pusing. Suaranya pelan seperti bersumber dari keadaan dirinya yang sedang sedih. Pusing oleh apa yang kita bersama kenal sebagai persoalan hidup. Saya tebak pastilah korban kekerasan rumah tangga. Dan maka itu pasti dia sedang konsul sama istri saya yang Psikolog, yang juga sebenarnya sama saja bisa pusing oleh suaminya, oleh suaminya yang saya ini. Tapi menurut saya kalau memang kamu pusing akan bisa lekas disembuhkan oleh hanya dengan minum obat sakit kepala yang manjur.

 

Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)

 

----HIDUP KAMI, MATI KAU PLAGIATOR---


Blog EntryCACATAN HARIAN II 04Feb 23, '08 3:39 AM
for everyone

I am Sterdam

 

Pada hari pertama saya datang, untuk sementara kamu baik, sehingga untuk sementara saya bisa tinggal dulu di rumahmu. Larasati. Di rumahmu di Tweede Jacob Van Campenstraat 126a 1073xx Amsterdam. Untuk sementara kamu juga mau memberi saya makan, memberi saya minum, memberi saya kamar mandi, handuk, sabun, shampoo, pasta gigi dan toilet. Untuk sementara kamu seolah-olah memberi saya waktu untuk sedikit menghemat uang makan dan, lupa, kamu juga memberi saya tahu ke mana arah menghadap kiblat.

Kamar yang kamu tunjuk untuk saya tiduri itu adalah ruangan di bagian belakang rumahmu, ruangan dengan jendela yang bila saya buka, saya bisa melihat bangunan apartemen lainnya di Quelijnstraat.


Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)


(Hidup Kami, Malulah Plagiator)


Blog EntryCacatan Harian II 03Feb 19, '08 6:10 AM
for everyone

Memburu UFO

 

Barangsiapa yang mencabuli hari Sabat

akan dihukum mati (Keluaran 31:14; Bilangan 32:36).

Hukuman ini merujuk kepada kehilangan hidup kekal

yang dikaruniakan kepada umat-umat pilihan. Mereka

diasingkan daripada umat kerana hidup kekal dinafikan

bagi mereka. Sabat merupakan tanda di antara Tuhan

dan anak-anak Israel untuk selamanya (Keluaran 31:17).

 

Pada hari Sabtu itu, Timur tidak masuk sekolah, tetapi pasti bukan karena Timur ada maksud mau menghormati hari Sabat, karena kamu tahu, Timur, sekaligus juga orangtuanya, sekaligus juga kakek neneknya, jelas-jelas bukan orang Israel, meskipun mungkin, kemungkinan besar, bersumber dari satu orang manusia yang bernama Adam, bersumber dari suatu bahan yang sama, dari tanah kering mirip tembikar.

 

Timur tidak sekolah hari Sabtu itu, lebih dikarenakan oleh adanya pengumuman libur yang disebarluaskan pada hari Jumatnya, berkaitan dengan seluruh, akan lebih enak kalau pakai kata segenap, oke, berkaitan dengan segenap guru di sekolahnya harus mengadakan acara rapat. Rapat untuk membahas apakahnya, saya tidak tahu persis, karena saya bukan guru dan kamu tahu, saya sangat sibuk sekali. Tetapi lain hal dari itu saya mengucapkan terimakasih kepada rapat, kehadiranmu, wahai rapat, berbetulan dengan saya mau ajak itu Timur, pergi ke ibu kota Indonesia yang bernama Jakarta. Apakah? Apakah itu Jakarta? Kamu bisa cari sendiri di www.google.com.

 

Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)

 

 

 

                                        (Hidup Kami, Malulah Plagiator)

 


Blog EntryCACATAN HARIAN II 02Feb 4, '08 1:56 AM
for everyone

DJOKO GLEDEK

Ketika hujan turun, saya baru sampai di café itu. Ketika saya sampai di café itu, tempat duduk di halaman café sudah penuh dengan orang lho. Ketika tempat duduk di halaman café sudah penuh dengan orang lho, saya tidak perlu merasa sakit hati karena tidak mendapat bagian. Ketika saya tidak perlu merasa sakit hati karena tidak mendapat bagian, saya pergi masuk ke dalam café. Ketika saya pergi masuk ke dalam café, saya memutuskan untuk ambil ruangan khusus. Ketika saya memutuskan untuk ambil ruangan khusus maka itu adalah sebuah ruangan berukuran 2 kali 3. Ketika saya memutuskan untuk ambil ruangan khusus berukuran 2 kali 3, maka saya harus jajan di cafe itu minimal menghabiskan uang 150 ribu. Ketika saya memutuskan untuk ambil ruangan khusus dan itu adalah sebuah ruangan berukuran 2 kali 3 maka itu adalah ruangan hanya untuk saya saja dan juga siapa pun orang yang saya ajak bergabung. 

Ketika saya sudah mendapatkan ruangan itu, maka saya duduk di atas sofa warna hijau toska berbentuk letter U. Saya harus mau duduk di atas sofa warna hijau toska berbentuk letter U itu, karena memang sudah demikianlah adanya untuk menggenapkan konsep yang dibikin oleh si perancang cafe. Jangan minta yang lebih dari itu dan saya memang tidak minta yang lebih dari itu, karena saya tahu saya tidak bisa meminta lebih dari itu dan fihak café tidak akan memenuhi keinginan saya untuk dapat lebih dari itu. Jangan manja dan kebetulan saya tidak.
 
Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)

                                         (Hidup Kami, Malulah Plagiator)


Blog EntryCACATAN HARIAN II 01Jan 28, '08 3:31 AM
for everyone

PATUNG ARIEL BISU

 

 

Hari sedang senin. Matahari sudah terbang tinggi. Sudah pukul 10. Oh, mungkin lebih. Itu saya baru bangun dari tidur. Masih pakai sarung Samarinda. Masih pakai kaos oblong bertuliskan Australi. Istri  sudah sejak pagi tadi dia pergi, ke Jakarta. Timur, sama, sudah sedari pagi dia pergi ke sekolah, bersama teman-temannya di dalam mobil jemputan. Bebe, sama, sudah sedari pagi dia pergi bersama tantenya ke taman yang paling indah, taman kanak-kanak. Pembantu, sudah sejak kapan dia pergi ke mana. Mungkin sudah menclok di rumah tetangga atau sedang ke warung atau sedang kemana pun, tidak akan saya bahas. Pada kemana orang-orang rumah, saya merasa sedang sendiri. Tivi menyala tanpa penonton. Ada kopi di atas meja yang berukir, itu pasti untuk saya. Baca-baca dulu sebelum meminumnya, bisa saja ada orang yang memasukkan sesuatu ke dalamnya, untuk membuat perut saya menjadi kembung dan terus meletus, mengeluarkan aneka macam kalajengking dan binatang lainnya, diiringi musik, entah siapa yang memainkannya, untuk menambah situasi semakin ngeri dan asap mengelun di berbagai tempat di sekitar saya.   

 

Nanti ba’da duhur saya rencana mau mandi lho, karena harus pergi ke kantor untuk mengurus apa saja. Jadi masih ada beberapa jam untuk saya berleha-leha. Duduk menghadap ke taman di bangku serambi rumah sambil membaca tulisan headline di Koran pagi. Memandang sekitar, memandang ikan berenang, memandang bunga berkembang, memandang daun-daun berlobang, di makan ulat, menyebabkan saya puny aide untuk mengambil Gunting Taman di tempatnya dan pergi ke sana memotong beberapa daun yang sudah dibikin ulat menjadi rusak.   

 
Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)



(Hidup Kami, Malulah Plagiator)


Blog EntryAphorisma 03Jan 8, '08 6:31 AM
for everyone

100 APHORISMA PIDI BAIQ

35.

Mungkinkah Malin Kundang terkenal jika dia tidak durhaka

Pidi Baiq

 

36.

Orang yang kepadamu menjelek-jelekkan orang lain adalah orang yang sama kepada orang lain menjelek-jelekkan dirimu.

Pidi Baiq

 

37.

Hidup ini main-main, sekolah lah yang telah menyebabkannya menjadi serius

Pidi Baiq

 

38.

Sehingga kamu melakukan shalat sekedar asal absen karena ingin nilai dan takut dimarah, itu sama dengan kamu dulu ikut senam SKJ di sekolah, disebabkan alasan yang sama bukan karena kamu ingin sehat.

Pidi Baiq

 

39.

Kamu semangat sekolah karena untuk bertemu temanmu

Pidi Baiq

 

40.

Masalah adalah apa yang kau anggap sebagai masalah

Pidi Baiq

 

41.

Nabi Adam seharusnya punya ibu untuk mengurus dia waktu bayi.

Pidi Baiq

 

42.

Sekikir-kikirnya orang tetap memberi makan dan minum kepada toilet

Pidi Baiq

 

43.

Kalau Leonardo Da Vinci lahir di desa di Indonesia bisa jadi dia hanya seorang petani atau nelayan biasa

Pidi Baiq

 

44.

Guru bilang perbedaan adalah rahmat, tapi dia menyuruh kita seragam

Pidi Baiq

 

45.

Bersenang-senanglah karena kita lahir disebabkan oleh kedua orangtua kita yang bersenang-senang

Pidi Baiq

 

46.

Berani hidup adalah berani mati

Pidi Baiq

 

Bersambung

 

(Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

 

 

 

 

 

 


Blog EntryLagu Pidi Baiq 09Jan 8, '08 4:45 AM
for everyone

Lagu ini saya tulis sekitar tahun 1999. Ini ditulis pada masa jaya-jayanya Joshua menjadi penyanyi cilik. Saya sering bersama anak saya melihat dia menyanyi di televisi. Bikin saya mengenang masa lalu, mengenang saya masih kecil dulu, mengenang Chicha Koeswoyo, penyanyi cilik kenamaan pada masanya dan sering tampil di layar Televisi Republik Indonesia. Saya tidak tahu apa khabar Chicha kini sama seperti saya tidak tahu apa khabarnya kelak Joshua bila sudah besar nanti. 

 

CHICHA IN NOSTALGIA

Chichaaaaa

di mana kini engkau

dahulu kau nyanyikan lagu

tentang anjing kecilmu

 

Helliiiiiiiii

apakah masih hidup

dahulu ia berlari-lari

kuingat guk guk guk suaramu

 

        REFF

        Kini aku sudah besar

        Rolling stone laguku

       Kini kau pun sudah besar

       apa dong lagumu

 

Chichaaaaa

apakah kau menyesal

dahulu kau lucu sekali

sudah besar jadi begitu

 

          REFF

         Kini aku sudah besar

         inilah laguku

         Kini engkau sudah besar

         mana dong lagumu

 

END

 

(Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

 

 

 

 


Blog EntryLagu Pidi Baiq 08Jan 6, '08 10:28 PM
for everyone
Lagu ini saya bikin tahun 2004. Ini tentang Nia, Nia Violin, pemain biola yang sudah sering bantu The Panasdalam manggung dan recording. Beberapa lagu The Panasdalam kebanyakan diiringi biolanya Nia. Ini sangat membantu saya, setidaknya saya merasa begitu, menyebabkan saya bilang sama Nia pada suatu sore yang hujan: Nia saya mau bikin lagu buat kamu. Iya, Ayah, bikin lagu tentang Nia dong. Oke Nia. Sebagai bentuk ucapan terimakasih saya sama Nia karena sudah mau bantu. Iya dong. Iya Nia, ini Nia:

BAYANGKAN TANPA NIA

Bayangkan tanpa Nia
Bayangkan tanpa Nia
Bayangkan

Apa jadinya DUNIA
Apa jadinya DUNIA

    REFF:
    Hanya DU
    Hanya DU
    Hanya DU

END


(Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

Blog EntryAPHORISMA 02Jan 2, '08 7:36 AM
for everyone

100 APHORISMA PIDI BAIQ
 
23.

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan raga, berkarya untuk memenuhi kebutuhan bathin.
 
PID BAIQ
 

24.
Jangan takut polisi, kalau tidur kita gilas

PIDI BAIQ

25.
Kalau jadian makan-makan, kalau putus minum-minum
 

PIDI BAIQ

 
26.
Merasa rindu itu karena kamu tidak bertemu
 

PIDI BAIQ

 
27.
Membalas dengan tidak mengakui dia sebagai anakmu, itu lebih adil daripada mengutuk dia menjadi batu.

PIDI BAIQ
 
28.

Seni budaya tradisional yang kini diselenggarakan orang dengan serius adalah yang dulu diciptakan orang atas dasar bermain-main.

PIDI BAIQ

 
29.

Kalau di dunia kelelawar ada upacara bendera, mereka melaksanakannya jam tujuh malam
 

PIDI BAIQ

 
30.

Manusia tidak bisa terbang seperti burung karena dia bisa membuat pesawat terbang
 
PIDI BAIQ


31.
Rajin pangkal capek
 
PIDI BAIQ

 
32.

Kamu hanya tinggal ubah channelnya kalau kamu merasa takut

PIDI BAIQ
 

33.
Pemerintah
kota Jakarta bertolak belakang dengan tugu Selamat Datang yang justeru menyambut kaum urban.

PIDI BAIQ

 
34.

Siapa pun kamu, ujung-ujungnya minta kelamin.
 
PIDI BAIQ

 

(bersambung)
 

(Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)


Blog EntryAPHORISMA 01Jan 2, '08 3:57 AM
for everyone

100  APHORISMA PIDI BAIQ

 

1.
Jangan tanya apa yang sudah negara berikan kepadamu, tapi tanyalah apa yang sudah negara ambil darimu.

PIDI BAIQ

 
2.

Rakyat adalah mulut yang menjadi bisu karena diambil suaranya waktu pemilu

PIDI BAIQ

 
3.

Kita tidak akan pernah ada di masa depan, karena kita selalu berada di hari ini

PIDI BAIQ


4.
Setiap yang hidup pasti makan


PIDI BAIQ

 
5.

Id anam ralu, ralu id hawas artinya di mana ular, ular di sawah
 
PIDI BAIQ

 
6.

Seandainya aku boleh memilih sebelum dilahirkan, betapa enak menjadi perempuan, tinggal membuka aurat dan lelaki bekerja keras untuk mendapatkannya
 
PIDI BAIQ
 


7.

Kamu bisa menarik atau menekan gas sekuat bisa, tetapi untuk ngebut dibutuhkan nyali


PIDI BAIQ

 
8.

Alam semesta adalah buku, adalah karya ciptanya bukan dirinya, kau hanya harus membacanya untuk mengetahui jati diri penulisnya
 

PIDI BAIQ


9.
Istrimu adalah yang sudah bersedia dinikah olehmu
 
PIDI BAIQ

 
10.

Suami yang romantis adalah yang pulang bersama turunnya embun, suami pendekar adalah yang pulang sore bersama keluarnya kelelawar.
 
PIDI BAIQ

 
11.

Makanlah, karena kita tidak tahu kapan mati
 
PIDI BAIQ

 
12.

Orang yang kau pilih waktu pemilu, adalah yang kelak dengan sirine polisi menyuruhmu minggir di jalan raya.

PIDI BAIQ


13.
Polisi tidak perlu mencuri, karena sudah mendapatkannya dari pencuri yang tertangkap

PIDI BAIQ

 
14.

Kewarganegaraan adalah urusan administrasi

PIDI BAIQ

 
15.
Menghadap Tuhan aurat ditutup, menghadap manusia mukena dibuka

PIDI BAIQ

 
16.

Setiap yang tidur pasti memejamkan mata, setiap yang memejamkan mata belum tentu tidur.

PIDI BAIQ


17.
Kumpul ora kumpul mangan


PIDI BAIQ

 
18.

Saya wajar dimarah karena saya tidak pantas berbuat salah. Mereka pantas marah-marah kepada saya karena mereka memang pemarah.

PIDI BAIQ

 
19

Dikenal sebagai orang baik kalau salah dicaci maki. Dikenal sebagai orang brengsek kalau salah dimaklumi.

PIDI BAIQ

 
20.

Waktu kecil disuruh-suruh makan, sudah besar disuruh-suruh kerja

PIDI BAIQ


21.
Sudah tahu kerja itu capek, masih juga orang mencarinya
 
PIDI BAIQ

 
22.

Waktu kecil banyak ngomong dipuji-puji, sudah besar banyak ngomong dimaki-maki
 
PIDI BAIQ

 
(bersambung)


(Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)


Blog EntryLagu Pidi Baiq 07Dec 26, '07 3:52 AM
for everyone

Ini lagu, saya tulis tahun 1999. Riyanto, kamu sekarang sudah menjadi Kepala Bagian di perusahaan tempat kamu bekerja. Tapi ini adalah lagu tentang kamu tentang kisah kamu yang dulu itu. Tentang kamu sedang dilanda cinta kepada seseorang yang tinggal di asrama di Jatinangor. Seorang mahasiswi Psikologi Unpad yang kata kamu sangat cantik dan sangat kamu ingini. Kamu berusaha sesering bisa untuk datang menemuinya dengan harapan bisa menjadi kekasihnya. Kamu bawa banyak hal sebagai oleh-oleh agar bagaimana dengan itu kamu bisa mendapat hatinya sebagai barter, termasuk beberapa buku yang kau ambil dari perpustakaan saya dan tidak pernah kunjung kembali hingga sekarang. Saya bisa merasa alangkah kamu sangat semangat sekali saat itu, seolah-olah di kepalamu hanya ada satu kota di dunia ini, hanya ada Jatinangor. Sampai kamu jadi jarang kumpul lagi bersama kami sebagaimana sebelumnya. Riyanto, bahwa kemudian akhirnya kamu menjadi murung dan tidak pernah lagi menemuinya, itu karena kemudian kamu tahu kalau dia ternyata sudah ada yang punya, sudah dimiliki oleh dia sesama mahasiswa UNPAD. Riyanto, saya sebagai kawanmu, sebagai sesama mahasiswa ITB, sebagai sesama mahasiswa di kampus yang sama, yang punya slogan In Harmonia Progressio, merasa ikut terpukul dengan kejadian yang menimpa mu itu dan bahkan mampu membuat bangkit saya punya sentimen almamater. Lagu ini, Riyanto, adalah lagu dokumenter tentang masa lalumu yang pusing yang akan mengganggumu untuk kembali mengingatkan masa itu, biar sekeras apa pun kamu berusaha melupakannya.

 

SUDAH JANGAN KE JATINANGOR

 

Sudah jangan ke Jatinangor

Dia sudah ada yang punya

Lebih baik diam begini

Temani Aa bernyanyi di sini

 

Demi cinta engkau berikan

Buku-buku dan cendera mata

Demi cinta engkau praktekkan

Buku taktik menguasai wanita

 

           REFF

           Ini asmara itu asrama

           In harmonia progressio

           Ini asmara itu asrama

           In harmonia progressio

 

Sudah jangan ke Jatinangor

Masih ada kota lainnya

Perempuan tak cuma dia

Ada tiga milyar dua puluh satu

 

END

 

                                                (Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)


Blog EntryLagu Pidi Baiq 06Dec 25, '07 1:18 PM
for everyone

Saya lupa kapan lagu ini saya tulis, mungkin sekitar tahun 2003, ketika malaikat pencatat mendapati diri saya dan diri kawan saya sedang berkumpul bersama beberapa orang perempuan yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Biasa laah dalam rangka ketawa karena ini, ketawa karena itu, bicara soal ini, bicara soal itu. Sampai kami tahu kalau mereka, siswi SMA yang sudah mulai beranjak remaja itu, adalah manusia yang masing-masing baru lahir ke dunia pada tahun 1986. Jadi, ya Tuhan, kalau begitu, ketika saya masuk perguruan tinggi tahun 1991, itu adalah tahun mereka baru masuk sekolah TK. Dan kawan saya, kawan saya yang jatuh hati kepada salah satu dari mereka itu, adalah dia yang masuk kuliah pada tahun 1986, pada tahun saat mereka masih bayi (sekarang toh dia sudah menikah dengannya).


PHEDOPILIA

Sayang engkau masih di TK
Sedang aku S2
Sudut pandang kita berbeda
Usia kita jelas tak sama

    REFF
    Cinta kandas karena usia
    Mengapa kita berjumpa
    Selamat tinggal kekasihku
    Tak mungkin ku menunggumu

Kelak engkau tambah usia
Sedang aku semakin tua
Mungkinkah kau akan terima
Sedang aku si Tua Bangka

Back to Reff

 

END


                                     (Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)


Blog EntryLagu Pidi Baiq 05Dec 22, '07 7:02 AM
for everyone

Lagu ini saya tulis tahun 1996. Ini lagu semula bercerita tentang Fufus, tentang kawan saya yang setiap tahun, atau kadang-kadang lebih, dengan sengaja atau tidak, saya dapati “diri”nya selalu berubah. Ada pernah saya dapati dirinya sudah menjadi dukun. Benar-benar total menjadi seorang dukun dengan segala tetek bengeknya hingga detail. Ada pernah juga saya dapati dirinya berubah menjadi seorang tentara, 100% asli seorang tentara, baik lahir maupun bathin. Lagu ini saya tulis di saat saya dapati dia berubah menjadi bencong. Bencong dengan sebencong-bencongnya, sama sekali bencong. 100 persen jadi bencong, bahkan pernah pada suatu hari, saking totalnya, dia bisa membawa seorang Ratu bencong se Bandung Raya ke kantor saya. Bahwa kemudian pada proses kreasinya, saya mengganti nama Fufus menjadi Jono, itu disebabkan karena saya ingat bahwa dia juga pernah jadi tentara, bersamaan dengan saya ingat kepada Kopral Jono pada salah satu lagu karya Titik Puspa.

 
METAMORFOSA JONO BENCONG

Wanita sekodya Bandung punya saingan
Semenjak Jono jadi bencong
Jono yang dulu kopral kini sudah bukan
Jadi Bencong Terkutuk

            REFF

Jika bicara seperti desir angin
            Bibirnya basah kuyup
            Jika berjalan seperti tanpa tulang
            Si Bencong Tulang Lunak

 REFF

Ya Allah, lindungilah kami
            Dari Bencong Terkutuk
            Ya Bencong lindungilah kami
            Dari Jono Terkutuk
            Ya Jono, lindungilah kami
            Dari Kopral Terkutuk
            Ya Kopral, lindungilah kami
            Dari saling mengutuk

 

END


                                         (Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

 


Blog EntryLagu Pidi Baiq 04Dec 22, '07 6:27 AM
for everyone
Lagu ini saya tulis tahun 1996. Ini lagu iseng, dulu saya membuatnya sekedar untuk merespon penggalan bait dari syair lagu yang dikumandangkan oleh Chrisye (kini almarhum). Kamu sekalian mesti lah tahu, itu lagu lama tentang seorang lelaki yang merintih-rintih ditinggal mati kekasihnya. Ada pun penggalan bait yang saya maksud adalah:

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah kupergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Hal yang kemudian menyebabkan saya jadi menulis lagu, adalah bersumber dari memikirkan apa respon dari kekasihnya yang sudah tiada itu.


RINTIHAN KUNTILANAK

Malam sunyi, kusendiri
duduk sepi, di atas pohon
kubiarkan rambutku
terurai

Tanpa kaki, kelelawar
anjing, dan bulan purnama
kumenanti kekasihku
yang belum mati

REFF
    Kapan mati, kekasihku
    kumenanti, kau di sini
    Ayo mati, bunuh diri
    Biar kita jumpa lagi
    seperti dulu

Mana mungkin kukembali
hidup lagi seperti dulu
kecuali engkau mati
mohon mengerti


END

                                          (Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

Blog EntryNAPAK TILASDec 21, '07 5:40 AM
for everyone

NAPAK TILAS

 

 

Oh ini rumah orangtuaku. Rumah tempat dulu saya dibiar menjadi besar dengan kasih dengan sayang dan aneka macam makanan. Menjadi besar lalu pergi untuk kuliah dan juga ternyata sekaligus untuk menikah.

 

Itulah kepergian saya yang tidak pernah saya duga menjadi kepergian untuk berpisah samasekali, karena kemudian saya berumah sendiri di tempat lain yang baru, di tempat lain yang jauh. Menempuh hidup baru.

 

Hari ini, dan hari ini, saya datang lagi ke rumah itu, tempat lahir saya itu, kamu tahu itu saya bukan mau kembali lagi untuk tinggal di situ, karena kamu tahu saya datang hanya untuk cuma-cuma.

 

Sebagian besar cerita ini sudah dihapus pada tanggal 9 Mei 2008 disebabkan oleh SURAT PERJANJIAN PENERBITAN, Pasal 2 Ayat 1: Penulis menjamin tidak akan menyerahkan karya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan dalam bentuk apa pun (seperti internet dan bla bla bla)------ oleh karena ini, saya mohon maaf selama-lamanya (Pidi Baiq)


                                          (Hidup Kami, Mampuslah Plagiator)

Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help